Prediksi Pertandingan Jerman vs Aljazair 1 Juli 2014 Piala Dunia 2014

Pembimbing timnas Jerman, Joachim Low start mengamati dapat saja lawan mereka Aljazair akan menjinjing dorongan serta motivasi bagi balas dendam kepada satu kontroversi yang dikenal, “Disgrace of Gijon” saat ketemu pada budak asuhnya di putaran 16 besar Piala Dunia 2014 ini.test1

Aksi legendaris yg terkabul dalam Piala Dunia tahun 1982 lalu yg berjalan di Spanyol tersebut membungkus satu indikasi dgn berniat Jerman menggulung Austria & membuat Aljazair mesti pulang dr turnamen 4 tahunan ini. Walakin Joachim Low mengaku Aljazair mungkin aja bakal memiliki motivasi balas dendam tempo berhadapan dengan Jerman di 1 Juli 2014 pukul 03. 00 WIB nanti di ronde 16 besar serta akan berlangsung pada Estadio Jose Pinheiro Borba, Beira Rio – Porto Alegre, Rio Grande do Sul.

“Apa pasal mereka ingin membalas dendam kepada para pemain generasi Jerman disaat ini? ”ungkap Joachim Low kepada para pemburu berita.

“Tetapi tampaknya dalam duel ini, pasti akan bertindak sebagai satu buah motivasi besar bagi para punggawa Aljazair. ”

Jerman tentu lebih di favoritkan buat meraih keuntungan ketika pertentangan itu. Walaupun gak luput pada poin sempurna, penampakan Philipp Lahm dkk. dapat sangat konsisten di level Internasional di beberapa tahun terakhir. Mesut Ozil hendak balik jadi tulang punggung tim nasional Jerman ketika aksi tersebut. Playmaker Arsenal tersebut hendak menjadi kreator gempuran timnya ketika perkelahian ini. Sekalipun kerap dipasang untuk pemain sayap, tetapi Mesut Ozil selalu figur krusial pada alur terjangan yang dibangun sama tim Joachim Low pada edisi Piala Dunia 2014 ini

Perkiraan susunan pemain dari kedua tim

Jerman : B. Howedes, M. Hummels, B. Schweinsteiger, M. Neuer, P. Lahm, P. Mertesacker, J. Boateng, M. Ozil, T. Kroos, L. Podolski, T. Muller

Aljazair : E. Belkalem, A. Mandi, C. Medjani, Y. Brahimi, R. M’Bolhi, D. Mesbah, R. Halliche, S. Feghouli, A. Djabou, N. Bentaleb, I. Slimani

Prediksi Skor Jerman vs Aljazair : 2 – 0

Handicap : 0 – 1 ½